Jurnal Komputer dan Informatika - Pembuatan Game 3D Platformer "Looking For Treasure"
PEMBUATAN GAME 3D PLATFORMER “LOOKING FOR TREASURE”
Aditya Dwi Septian 1) Jeanny Pragantha 2) Darius Andana Haris 3)
1)2) 3) Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara Jl. Let. Jend, S. Parman No. 1 Jakarta 11440 Indonesia email : aditpsh@gmail.com 1) , jeanny p@fti .untar.ac.id 2) , dariush@fti.untar.ac.id 3)
ABSTRAK
Game "Looking For Treasure " adalah game bergenre platformer dengan nuansa tiga dimensi. Game ini dirancang dengan menggunakan Unity3D dan ditargetkan untuk platform Personal Computer. Perancangan game ini menggunakan Unity sebagai game engine, Adobe Photoshop untuk perancangan gambar 2D pada game, dan Blender untuk memanipulasi assets 3D yang dipakai. Game dapat dimainkan dengan menggunakan keyboard dan mouse sebagai controller untuk mengendalikan pemain. Pemain berperan sebagai El yang mempunyai tugas untuk mengumpulkan harta karun di tiap world. Objektif pemain adalah mengumpulkan key untuk membuka stage selanjutnya. Selain itu pemain dapat mengumpulkan gem untuk menambah lives saat sudah terkumpul sebanyak 100 buah. Dalam game ini memiliki 6 stage yang terdiri dari 4 stage biasa dan 2 stage boss. Setiap stage memiliki tingkat kesulitan yang berbeda -beda. Pemain dapat melewati setiap level dengan berjalan, melompat, dan memukul. Di tiap stage terdapat karakter musuh yang memiliki pola serangan yang berbeda -beda. Karakter musuh dibagi menjadi 2 jenis, yaitu Creator dan Guardian. Creator terdapat di semua stage biasa dan Guardian terdapat di stage boss tertentu.
Kata Kunci
Platformer, 3 D Platformer, Unity3D , Looking For Treasure
1. Pendahuluan
Game yang akan dirancang adalah platform game dengan nuansa 3 dimensi yang berjudul “Looking For Treasure”. Game ini menceritakan tentang orang yang sangat suka bertualang dan berburu harta karun demi membuktikan ke semua orang bahwa dia adalah orang yang sangat hebat dalam berburu harta karun. Game yang dirancang hanya memiliki satu model permainan yang di dalam model permainan tersebut memiliki 2 world dan 3 stage di masing -masing world . Dalam setiap stage , pemain diminta untuk mengumpulkan kunci yang nantinya berguna untuk membuka stage lainnya.
Rancangan yang sudah dibuat adalah rancangan game Beyond . Game Beyond dibuat oleh Muliadi . Game dimainkan oleh pemain sebagai robot yang bangun dari hibernasi yang mempunyai tugas untuk memanggil manusia kembali ke bumi yang dulunya ditinggalkan setelah terjadi kiamat robot .[1] Contoh game dapat dilihat di Gambar 1.
Gambar 1Beyond Sumber : Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Universitas Tarumangara Vol 4 no 2, 2016
2. Dasar Teori
Game dapat diartikan sebuah aktivitas yang bertujuan untuk mendapatkan kesenangan. [2] Meskipun tujuan utama dari game adalah untuk kesenangan, game juga dapat memiliki tujuan tertentu sesuai dengan game yang dibuat misalnya bertujuan untuk pendidikan, menambah wawasan, dan memasarkan suatu produk barang/jasa. Game dapat di klasifikasikan ke dalam berbagai bentuk dan salah satunya adalah video game , yaitu permainan elektronik yang dimainkan dengan mengendalikan gambar di layar video .[3]
2.1. Metode Perancangan
Sebelum suatu game dibuat, diperlukan metode perancangan yang berguna sebagai acuan dalam proses pembuatan game dan juga menentukan lingkup dari game yang ingin dibuat. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu sebagai berikut: [4]
- High Concept High concept merupakan deskripsi singkat dari game yang dirancang. High concept juga Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi mengarahkan pembuatan game agar tidak melenceng dari rancangan yang sudah ada.
- Gameplay Gameplay menjelaskan tentang apa yang dapat dilakukan dalam game dan bagaimana cara untuk melakukannya. Ada beberapa hal yang juga merupakan bagian penting dari gameplay yaitu sebagai berikut:
- Desain Kontrol Desain kontrol menjelaskan mengenai alat ataupun cara untuk mengendalikan hal -hal yang terdapat di dalam game .
- Desain Karakter Desain karakter menjelaskan mengenai hal -hal yang berhubungan dengan karakter baik itu karakter utama ataupun karakter musuh.
- Desain Level Desain level menjelaskan mengenai rancangan dari tingkatan yang harus diselesaikan oleh player dalam game .
- Desain Suara Desain suara menjelaskan mengenai suara yang mengisi game baik itu suara latar ataupun suara efek.
- Story Story merupakan rangkuman mengenai alur cerita dari game yang dirancang.
- Audience Audience berisikan tentang sasaran player dari game yang dirancang baik itu sasaran usia atau jenis kelamin.
- Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Perangkat keras dan perangkat lunak menjelaskan mengenai spesifikasi minimum dari perangkat keras dan juga perangkat lunak yang dibutuhkan untuk memainkan game yang dirancang.
- Rancangan Tampilan Rancangan tampilan berisikan gambaran kasar dari tampilan user interface (UI) dari game yang dirancang.
- Pembuatan Game Pada tahap ini seluruh konsep yang telah terbentuk dicoba untuk direalisasikan menjadi sebuah game . Dalam tahap ini, pembuatan game meliputi pengumpulan assets dan scripting .
- Testing Setelah game selesai dibuat, maka perlu dilakukan tahap testing untuk melihat apakah hasil akhir sudah sesuai dengan konsep dan apakah masih ada hal yang perlu diperbaiki lagi atau ditemukannya error dalam game . Tahap testing terbagi menjadi: [5]
- Alpha Testing Testing yang dilakukan oleh pihak pengembang untuk mencoba game dan mencari error pada game yang telah dibuat. Testing ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kualitas game dan mempersiapkan game untuk beta testing . Alpha testing sering dianggap sebagai internal acceptance testing sebelum memasuki tahap beta testing.
- Beta Testing Setelah alpha testing selesai dilakukan, maka dilakukan beta testing . Game dirilis untuk dimainkan oleh pemain di luar dari pihak pengembang dengan jumlah terbatas untuk memastikan hanya terdapat sedikit error pada game . Terkadang beta testing dibuka untuk umum untuk mendapatkan masukan semaksimal mungkin. Tujuan dilakukannya testing ini adalah untuk meningkatkan kualitas game , mempertimbangkan masukan dari pemain, dan memastikan kesiapan game untuk dirilis.
2. 2. Genre Game
Genre atau jenis game digunakan untuk mengelompokkan game berdasarkan dari interaksi dan gameplay. Genre game yang akan dibuat adalah platformer . Game dengan genre ini biasanya terlihat dari permainan yang membutuhkan timing dan lompatan untuk mencapai tujuan dan juga menghindari atau mengalahkan lawan dalam saat yang bersamaan. Seiring berkembangnya zaman, game platform tidak hanya menawarkan puzzle -puzzle yang menantang tetapi juga menyajikan cerita yang menarik, bahkan saat ini grafik dari game platform berkembang menjadi tiga dimensi. Salah satu contoh game platform yaitu Super Mario Odyssey. Super Mario Odyssey menceritakan tentang Mario, si tukang ledeng yang ingin menyelamatkan Putri Peach dari Bowser si monster jahat. [6] Gameplay bermainnya sama seperti versi Super Mario sebelumnya yaitu melompat, menghancurkan musuh dengan cara diinjak ataupun dengan menggunakan power up , dan mengumpulkan koin. Selain itu terdapat beberapa inovasi dari versi sebelumnya, seperti misalnya Mario dapat berubah menjadi apapun yang dirasuki oleh partnernya. Contoh game dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2Super Mario Odyssey Sumber: Game, Super Mario Odyssey , https://www.carmenthyssenmalaga.org -mario -odyssey -1713553, diakses tanggal 20 Februari 2019. Jurnal Komputer dan Informatika
2. 3. Pan European Game Information
Pan European Game Information (PEGI) merupakan organisasi yang menetapkan peringkat suatu video game berdasarkan konten yang ada pada game tersebut. Peringkat yang dibuat digunakan untuk membantu konsumen untuk menentukan detail yang spesifik pada jenis konten yang ada pada game . Sistem penentuan peringkat ini berguna untuk menentukan target konsumen sesuai dengan usianya. [7]
2. 4. Unity
Unity adalah sistem pembuatan game yang hadir dengan lingkungan pengembangan terintegrasi untuk merekayasa game 2D dan 3D dengan grafik yang konsisten, tata letak yang luar biasa, desain yang intuitif, dan permainan yang menarik. [8]
2. 5. Microsoft Visual Studio
Microsoft Visual Studio merupakan sebuah perangkat lunak lengkap (suite) yang dapat digunakan untuk melakukan pengembangan aplikasi, baik itu aplikasi bisnis, aplikasi personal, ataupun komponen aplikasinya, dalam bentuk aplikasi konsol, aplikasi Windows, ataupun aplikasi Web .[9]
2. 6. Blender
Blender merupakan sebuah perangkat lunak pengolah model 3 dimensi yang bersifat gratis dan open source. Blender dapat digunakan sebagai aplikasi 3d modeling, rigging, animation, simulation, rendering, compositing, dan juga motion tracking. Blender menggunakan antarmuka berbasis OpenGL untuk memberikan pengalaman yang konsisten .[10]
3. Rancangan dan Pembuatan
3.1 . Rancangan Gameplay
Gameplay “Looking For Treasure” ini dirancang secara sederhana dengan tampilan menarik. Game “Looking For Treasure” ini memiliki rancangan gameplay sebagai berikut:
- Pemain mengontrol karakter dengan menggunakan perangkat keyboard dan mouse .
- Dalam setiap stage pemain dihadapkan dengan rintangan -rintangan berbahaya dan beberapa musuh pada stage tertentu.
- Level biasa dan boss dapat dibuka dengan kunci yang didapat dari tiap stage.
- Dalam boss level pemain harus mengalahkan boss untuk menyelesaikan stage.
- Karakter yang dimainkan akan mati bila terluka satu kali dengan menyentuh jebakan dan musuh.
- Karakter dapat melakukan aksi yaitu berjalan ke kiri, ke kanan, maju, mundur, dan melompat. Aksi pada karakter dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3Aksi Pada Karakter
- Karakter dapat juga menyerang lawan yang berjarak dekat dengan berputar . Serangan karakter dapat dilihat pada Gambar 4 .
Gambar 4Serangan Karakter
3.2 . Pembuatan Gameplay
Proses pembuatan gameplay terbagi menjadi beberapa tahapan yang diawali dengan komponen grafis . Game “Looking For Treasure” menggunakan tampilan tiga dimensi, karena itu dibutuhkan grafis tiga dimensi. Komponen – komponen grafis yang digunakan adalah :
- Komponen Tampilan Karakter Utama Komponen tampilan karakter utama merupakan hal yang penting karena hal ini yang mempengaruhi jalannya permainan. Tampilan karakter utama dalam game dapat dilihat pada Gambar 5 .Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
Gambar 5Tampilan Karakter Utama
- Komponen Tampilan Objek Komponen tampilan objek terdiri dari platform, cliff, dan collectibles. Tampilan objek dapat dilihat pada Gambar 6 sampai Gambar 8 .
Gambar 6Tampilan Objek Platform Pasif Gambar 7Tampilan Objek Platform Aktif
Gambar 8 Tampilan Objek Collectibles
- Komponen Tampilan Environtment Pada game “Looking For Treasure” terdapat 6 level dengan rancangan level dan tampilan level yang berbeda. Tampilan environtment dapat dilihat pada Gambar 9 .
Gambar 9Tampilan Environtment
- Komponen Tampilan Musuh Tampilan musuh dalam game ini dibagi menjadi 2 yaitu Creator dan Guardian. Creator dalam permainan ini adalah Spitter, Bad Elf, dan Crazy Knight sedangkan Guardian adalah Rex dan Barbaros. Tampilan musuh dapat dilihat pada Gambar 10 .Jurnal Komputer dan Informatika
Gambar 10 Tampilan Musuh
4. Pengujian
Setelah melalui tahap pembuatan, game yang telah selesai dibuat akan memasuki tahap pengujian. Pengujian game dilakukan untuk memastikan bahwa game telah berjalan dengan baik . Tahap pengujan game terdiri dari 3 metode, yaitu blackbox testing, alpha testing dan beta testing.
4.1. Hasil Pengujian
Pada pengujian beta testing dilakukan dengan melakukan survey pada responden yang telah memainkan game “Looking For Treasure”. Hasil presentase kuisioner dapat dilihat pada Tabel 1 .
Tabel 1 Hasil Presentase Kuisioner Kategori/Perta nyaan Jawaban Jumlah (orang) Persentas e Apakah sebelumnya anda pernah memainkan game ber genre platformer ? Ya 29 96.7% Tidak 13.3% Apakah sebelumnya anda pernah memainkan game ber genre platformer dengan nuansa dimensi? Ya 29 96.7% Tidak 13.3% Apakah anda mengalami kesulitan pada saat bermain ? Ya 826.7% Tidak 22 73.3% Berapa stage yang anda dapat selesaikan ? 1–2Stage 26.7% 3–4Stage 413.3% 5–6Stage 24 80%
4.2. Pembahasan Hasil Pengujian
Setelah pengujian blackbox testing, alpha testing, dan beta testing dilakukan, ditemukan beberapa hal sebagai berikut:
- Sebanyak 96.7% responden pernah memainkan game ber genre platformer .
- Sebanyak 96.7% responden pernah memainkan game ber genre platformer dengan nuansa tiga dimensi.
- Sebanyak 73.3% responden tidak mengalami kesulitan pada saat bermain.
- Sebanyak 80% responden dapat menyelesaikan 5 -6 stage.
Berdasarkan hasil pengujian, hampir seluruh responden pernah bermain game ber genre platformer baik dua dimensi maupun tiga dimensi. Hampir seluruh responden tidak mengalami kesulitan saat bermain game . Hampir seluruh responden dapat menyelesaikan lima sampai enam stage .
5. Kesimpulan dan Saran
Setelah selesai melakukan pengujian game “Looking For Treasure”, dari data dan komentar yang telah diberikan oleh 30 responden dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
- Sebagian besar responden sudah pernah memainkan game platformer bernuansa tiga dimensi. Jadi ketika responden memainkan game “Looking For Treasure”, responden tidak merasa kebingungan.
- Game “Looking For Treasure” mudah dimainkan bagi responden yang pernah bermain game serupa.
- Sebagian besar responden tidak mengalami kesulitan dalam bermain karena game “Looking For Treasure” memiliki instruksi yang membantu responden dalam bermain pada modul help.
Selain kesimpulan yang diambil dari data dan komentar yang muncul saat pengujian, terdapat saran -saran yang dapat mengembangkan game ini. Berikut ini adalah saran -saran yang disampaikan:
- Tambahkan lebih banyak jebakan dan musuh lagi agar lebih menantang saat bermain game “Looking For Treasure”.
- Buat untuk versi mobile agar lebih lebih praktis dalam memainkan game ini. Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi
REFERENSI
[1] Muliadi, Pembuatan Game Platformer “Beyond” Menggunakan Unity Dengan Xbox 360 Controller, Jurnal Ilmu Komputer dan Sistem Informasi Univer


