Explore Pesona Mentari Bukit di Atas Awan J88 Jember - Kompasiana.com
Explore Pesona Mentari Bukit di Atas Awan J88 Jember
Published Time: 2020-12-13T20:15:00+0700
13 Desember 2020 20:15 Diperbarui: 13 Desember 2020 20:19
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Perjalanan Menuju Bukit
Kamis di bulan november 2015 adalah hari kebahagian dan juga extra time kuliah bagiku, bagaimana tidak hari kamis jam perkuliahan full dari pagi, siang dan sore iya itulah jadwal yang kita terima di kelas golongan C mahasiswa Manajeman Informatika salah satu kampus yang di panggil kampus rusa di kota jember. bahagianya setelah penderitaan hari kamis, hari jumat jadwal kuliah loss alias tidak ada jadwal alias libur. nah seperti biasa aku sebagai ketua golongan kelas C lagi nawarin temen - temen untuk ngetrip tempat wisata baru, kebetulan temenku iqbal bilang katanya dia lihat di instagram MTMA Jember (pada waktu itu MTMA sempat Viral) ada yang nemukan bukit diatas awan dan aksesnya masih sulit dan masuk ke alas.
Mendengar penuturan si iqbal aku cukup penasaran lalu aku tanyain ke temen yang biasa suka jalan - jalan, si eno dan juan dan melalui sedikit diskusi dan browsing - browsing akhirnya kami memutuskan untuk mempersiapkan perjalanan dan di jadwalkan berangkat pada jumat malam sabtu. toolkit, gear, logistik, p3k dan baju sudah aku siapkan jumat pagi sambil lalu BBM team yang akan berangkat nanti malam untuk explore destinasi yang masih belum banyak orang tau dan berdasarkan dari postingan instagram dengan deskripsi singkat mengenai rutenya.
Malam pun tiba, jam 7 aku menyeduh kopi sambil lalu mengecek kembali barang bawaanku sudah lengkap dan tidak ada yang tertinggal sejam lebih aku menghabiskan kopi sambil cek dan ricek, jam 8 aku BBM Iqbal, Juan Dan Eno untuk segera Kumpul, titik poin di sepakati di kosanku, Di Jalan Mastrip Timur No 71 karena arah perjalannya akan ke Desa Sucopangepok, Kec Jelbuk, Jember. Jam 9 malan kita bersama2 berangkat menggunakan 3 Sepeda Motor, Iqbal Dan Juan Berboncengan, Eno motoran sendiri, begitupun juga aku sendiri karena membawa carier untuk logistik. dari jalan raya jelbuk menuju arah desa sucopangepok bener - bener jalannya sepi dan gelap rimbun kebun dan pohon-pohon tinggi mungkin menghalangi rembulan untuk menyinarinya, jarak rumah satu dan lainnya sangat jauh sekali. kita berempat sempat agak ngeri ketika bersama-sama ngobrol di perjalanan menuju desa, kok tempatnya sepi dan sunyi sekali. kurang lebih 45 Menit Perjalanan Kita tiba di pemukiman yang lumanyan padat dan di terangi beberapa lampu dan Damar.
Mencari Petunjuk
Kita Berhenti karena di hadapkan dengan pertigaan, setelah itu kebetulan ada warga lewat kami menanyakan rumah pak kades disana, niat kami sowan dahulu mengenal daerah dan mungkin ada petunjuk jalan yang akan kami tempuh untuk sampai di Bukit Di atas awan J88.setelah diarahkan oleh warga menuju rumah pak kades kami masuk ke rumah dengan halaman yang cukup luas, pak kades sedang duduk santai sambil mengisap rokoknya, kami di sambut hangat dan diajak masuk kedalam rumah beliau. kami memperkenalkan diri dan mengutarakan maksud kedatangan kami ke desa sucopangepok dalam rangka ingin melakukan perjalanan menuju Bukit Diatas Awan J88, ketika kami mengutarakan maksud kami pak kades sedikit bingung, karena setahu dia disini tidak ada wisata atau bukit diatas awan seperti yang kami ceritakan, karena kami juga mendapatkan informasi yang kurang jelas akhirnya aku inisiatif untuk membuka hp dan ingin buka IG untuk menunjukan foto - fotonya, sialnya disana tidak ada sinyal sama sekali dan pak kades mengiyakan kalau daerahnya susah di jangkau sinyal dan harus kembali ke jalan raya untuk mendapatkan sinyal. tiba-tiba sosok ibu ibu keluar membawa beberapa cangkir kopi panas dan menyuguhkan kepada kami, mungkin dia dengar obrolan kami di belakang dan memberikan petunjuk kalau beberapa minggu kemarin pemuda disini memang ada yang cerita bahwa ada salah satu bukit yang pemandangannya bagus dan kalau pagi hari awan serasa bisa di pegang dan pas ada di hadapannya. apa yang di ceritakan bu kades menggambarkan deskripsi dari tujuan yang kita cari. akhirnya kami berusaha menanyakan untuk naik kebukit tersebut kita harus mulai dari mana? tiba-tiba bu kades bilang "tunggu sebentar saya ingat-ingat dulu" ucap dia.


