Cara dan Pembentukan Ikatan Ion antara Kalsium dan Oksigen
Cara dan pembentukan ikatan antara ₂₀Ca dan ₈O :
₂₀Ca + ₈O → CaO
Pembahasan
Kestabilan unsur
Pada tahun 1916, ilmuan bernama Lewis dan Langmuir menyatakan bahwa unsur gas mulia sukar untuk bereaksi dengan unsur yang lainnya ataupun dengan unsur sejenisnya, hal ini karena elektron valensinya sudah penuh. Sehingga unsur yang paling stabil adalah unsur gas mulia (golongan VIIIA). Pada konfigurasi elektron gas mulia, elektron valensi gas mulia sudah penuh yaitu delapan (oktet) kecuali He yaitu dua (duplet.).
- ₂He = 2
- ₁₀Ne = 2. 8
- ₁₈Ar = 2. 8. 8
- ₃₆Kr = 2. 8. 18. 8
- ₅₄Xe = 2. 8. 18. 18. 8
- ₈₆Rn = 2. 8. 18. 32. 18. 8
Oleh karena itu unsur yang memiliki konfigurasi serupa dengan gas mulai akan stabil dan konfigurasi elektron yang tidak serupa dengan gas mulia akan tidak stabil. Lalu, bagaimana unsur yang lain agar stabil?
Untuk unsur yang lain mencapai kestabilannya dengan cara :
- Unsur logam cenderung melepaskan elektron
- Unsur nonlogam cenderung menerima elektron
Dengan cara melepaskan atau menerima elektron tersebutlah unsur selain gas mulia dapat stabil sehingga konfigurasi elektron akan mirip dengan gas mulia. Unsur logam yang melepaskan elektron akan membentuk ion positif dan unsur nonlogam yang menerima elektron akan membentuk ion negatif.
Aturan duplet berlaku jika unsur yang melepas atau menerima elektron membentuk kestabilan (konfigurasi elektron) seperti unsur gas mulia He (2). Sedangkan aturan oktet berlaku jika unsur yang melepas atau menerima elektron membentuk kestabilan (konfigurasi elektron) seperti unsur gas mulia Ne, Ar, Kr, Xe, dan Rn (8).
Struktur Lewis
Susunan elektron valensi suatu atom yang digambarkan dengan menggunakan titik (dot). Struktur lewis digambarkan dengan menggunakan titik (dot) yang mengelilingi simbol unsur pada masing-masing sisi yaitu kanan, kiri, atas, dan bawah.
IKATAN ION
Ikatan ion adalah ikatan yang terjadi akibat perpindahan elektron atau serah terima elektron dari satu atom ke atom lain. Ikatan ion dapat terjadi antara logam (melepaskan elektron) dengan non logam (menerima elektron). Atom logam akan melepaskan elektron untuk mencapai kestabilan sehingga membentuk ion positif yang disebut kation, sedangkan atom non logam akan menerima elektron untuk mencapai kestabilan sehingga membentuk ion negatif yang disebut anion. Antara ion-ion yang berlawanan muatan ini terjadi tarik-menarik (gaya elektrostastis) yang disebut ikatan ion (ikatan elektrovalen).
Unsur yang paling mudah membentuk ion positif adalah unsur dari golongan IA dan golongan IIA karena mudah melepaskan elektron. Sedangkan unsur yang paling mudah membentuk ion negatif adalah unsur dari golongan VIA dan VIIA karena mudah menerima elektron.
Cara dan pembentukan ikatan antara ₂₀Ca dan ₈O :
₂₀Ca dan ₈O
- ₂₀Ca = 2. 8. 8. 2
- Golongan IIA = logam
- ₈O = 2. 6
- Golongan VIA = non logam
Ikatan yang terbentuk antara logam dan non logam adalah ikatan ion. Prinsip pembentukan ikatan ion adalah adanya serah terima elektron (pelepasan dan penerimaan elektron).
- ₂₀Ca (2. 8. 8. 2) → (2. 8. 8) + 2e
- ₈O (2. 6) + 2e → (2.8)
Untuk mencapai kestabilan unsur Ca membentuk ion positif dengan cara melepaskan dua elektron, sedangkan unsur O mencapai kestabilan membentuk ion negatif dengan cara menerima dua elektron.
₂₀Ca + ₈O → CaO
Proses pembentukan ikatan dapat dilihat pada lampiran gambar
Pelajari lebih lanjut
Struktur lewis ,
Pengertian ikatan kovalen
Ikatan kovalen , ,
Ikatan kovalen O2
Ikatan kovalen PCl3 ,
Ikatan kovalen H2SO3
Ikatan kovalen koordinasi
Sifat senyawa ion
Ikatan ion dan ikatan kovalen
Ikatan ion , , ,
Ikatan ion MgCl2
Ikatan ion CaBr2
Detil Jawaban
- Mapel : Kimia
- Bab : Ikatan kimia
- Kelas : X
- Semester : 1
- Kode : 10.7.4
- Kata kunci : ikatan kimia, ikatan ion, melepas elektron, menerima elektron


