Aturan Jurnal Debet Kredit Akuntansi | PDF
Aturan Jurnal Debet Kredit Akuntansi
Published Time: Fri, 18 Jun 2021 06:22:09 GMT
Modul ini membahas tentang pengertian jurnal dan aturan debet kredit dalam pencatatan transaksi akuntansi. Jurnal merupakan catatan kronologis transaksi dengan penjelasan dan nominal yang sa…
BAB 3 JURNAL DAN ATURAN DEBET KREDIT
MODUL 1 DASAR – DASAR AKUNTANSI
Oleh : Benny Afianto
JURNAL DAN ATURAN DEBET KREDIT
- PENGERTIAN JURNAL
- PENGERTIAN REKENING / PERKIRAAN / AKUN
- EVALUASI ATURAN DEBET KREDIT DALAM PENJURNALAN
PENGERTIAN JURNAL
Jurnal merupakan pencatatan transaksi akuntansi berupa pendebitan dan pengkreditan secara kronologis beserta penjelasan-penjelasan yang diperlukan dari transaksi-transaksi tersebut. Peranan jurnal adalah sebagai alat kontrol penguji keseimbangan antara debet dan kredit. Didalam menjurnal setiap transaksi selalu memasukan nominal uang disebelah debet dan kredit dengan angka yang sama.
PENGERTIAN JURNAL
Berikut contoh dari bentuk jurnal (umumnya tampilan di progaram akuntansi):
Keterangan Kolom
- Untuk mencatat tanggal terjadinya transaksi
- Untuk mencatat nomor bukti transaksi
- Untuk mencatat nama rekening yang didebet maupun yang dikredit.
- Untuk mencatat nomer kode rekening transaksi
- Untuk mencatat jumlah nominal uang yang didebet
| Tanggal (1) | Nomer Bukti (2) | Keterangan (3) | Kode Rekening (4) | Jumlah (5) Debet Kredit |
|---|
Dalam pencatatan transaksi akuntansi diperlukan suatu alat pencatatan yang merupakan bagian dari sistem akuntansi. Alat yang digunakan untuk menciptatakan sistem akuntansi yang tepat dan lengkap biasa disebut dengan Akun atau sering juga disebut dengan rekening dan perkiraan. Secara garis besar, kelompok rekening ini dibagi atas 2 (dua) kelompok yaitu :
- Rekening riil / Rekening neraca
- Rekening nominal / Rekening laba rugi
PENGERTIAN REKENING/PERKIRAAN/AKUN
Rekening riil adalah rekening yang pada akhir periode dilaporkan dalam neraca. Yang termasuk dalam rekening neraca / rekening rill adalah kelompok asset, kewajiban dan neraca. Contoh: (1)yang tergolong dalam aset adalah rekening kas, perlengkapan, piutang usaha, tanah, (2)yang tergolong dalam rekening kewajiban adalah utang usaha, utang wesel, utang gaji, (3)yang termasuk kelompok ekuitas adalah modal pemilik.


