Kata Baku dan Tidak Baku: Panduan Lengkap

Kata Baku dan Tidak Baku: Panduan Lengkap

Artikel ini berisi pengertian, asal usul, fungsi, dan daftar kata baku dan tidak baku sesuai dengan Kamus Besar Bahasa Indonesia.

“Eh, eh, bantuin aku dong!”

“Bantuin apa tuh?”

“Aku lagi bikin proposal acara sekolah buat dikirim ke sponsor nih. Kira-kira bahasanya sudah benar belum ya?”

“Hmm, kalau aku lihat sih masih banyak typo-nya. Coba deh, kamu pakai kata-kata yang lebih baku,”

“Contohnya?”

“Kamu nulis “terima kasih” aja masih salah. Seharusnya kata “terima kasih” itu dipisah, bukan digabung,”

“Oh gitu…”

Teman-teman, pernah kebingungan ketika menulis surat resmi nggak? Apalagi, jika harus menggunakan kata baku yang sesuai dengan PUEBI terbaru. Terkadang penulisannya masih tertukar dengan kata tidak baku atau tercampur dengan bahasa asing.

Supaya kamu lebih mahir berbahasa Indonesia, di artikel ini ada 650 daftar kata baku dan tidak baku yang bisa menjadi pedoman kamu dalam menulis maupun berbicara di situasi resmi. Selamat belajar!

Pengertian Kata Baku

Kata baku adalah kata yang bersumber pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dan sesuai dengan ejaan yang disempurnakan. Penggunaan kata baku bisa kamu lihat pada penulisan naskah pidato, dokumen resmi, buku pelajaran, berita, acara formal, dan sebagainya.

Fungsi Kata Baku

Ada 4 fungsi kata baku, menurut Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemdikbud, yaitu:

1. Sebagai Pemersatu

Negara kita memiliki ratusan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap suku memiliki dialek atau variasi bahasa yang berbeda-beda. Maka dari itu, kata baku dibutuhkan untuk mempersatukan masyarakat Indonesia yang beragam.

2. Pemberi Kekhasan

Kekhasan di sini artinya pembeda. Seperti yang kita ketahui, negara-negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia, dan Brunei menggunakan bahasa Melayu. Akan tetapi, ejaan di setiap katanya bisa saja berbeda. Hal ini bertujuan agar setiap negara memiliki ciri khas masing-masing. Contohnya, kata sedikit dalam bahasa Malaysia disebut sikit.

3. Meningkatkan Kewibawaan

Pernahkah kamu menghadiri acara formal, seperti upacara bendera di istana negara? Acara tersebut dibawakan dengan bahasa Indonesia yang baku. Begitu pun dengan pengisi acara yang terlibat di dalamnya. Mereka berbicara dengan kata-kata baku supaya terlihat berwibawa.

4. Kerangka Acuan

Kosakata baku adalah tolak ukur dalam berbahasa yang baik dan benar sesuai dengan KBBI dan PUEBI sebagai acuan tertinggi bahasa Indonesia.

Psst, udah tau belum kalau di Aplikasi belajar Ruangguru, ada fitur Drill Soal? Aplikasi ini berisi kumpulan contoh soal latihan beserta pembahasannya, loh. Pas banget buat kamu mempersiapkan ujian. Langsung aja cobain dengan klik banner di bawah ini!

Pengertian Kata Tidak Baku

Kata tidak baku adalah kata yang berasal atau dipengaruhi oleh bahasa asing, bahasa daerah, dan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Penggunaan kata tidak baku sering kita temukan pada percakapan sehari-hari, terutama ketika berkomunikasi dengan keluarga maupun teman dekat.

Disamping itu, kata tidak baku juga dapat kamu jumpai pada dialog film dan iklan. Pasti kamu pernah dong melihat tulisan lucu di spanduk, billboard, atau media sosial seperti ini?

Kata tidak baku pada spanduk (sumber: liputan6.com)

Mengapa Kata Tidak Baku Muncul?

Kata tidak baku muncul karena percampuran bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing menjadi satu. Selain itu, kata tidak baku digunakan karena terkesan santai dan lebih singkat. Misalnya, kita cenderung menggunakan kata stop dalam percakapan sehari-hari. Padahal, menurut PUEBI dan KBBI yang benar adalah memberhentikan.

Meski begitu, bukan berarti kata tidak baku tak ada gunanya. Kata tidak baku juga dimanfaatkan oleh pekerja kreatif dalam membuat iklan, unggahan media sosial, lirik lagu, dialog film, dan sebagainya.

Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

Apa saja sih contoh kata baku dan tidak baku yang ada di KBBI? Berikut daftar lengkapnya mulai dari abjad A hingga Z!

Huruf A

  1. Aberasi = abrasi
  2. Abjad = abjad
  3. Absorpsi = absorsi
  4. Adab = adap
  5. Adhesi = adesi
  6. Adibusana = adi busana
  7. Adidaya = adi daya
  8. Adjektif = ajektif
  9. Administrator = admin
  10. Advokat = adpokat
  11. Afdal = afdol
  12. Agamais = agamis
  13. Ajek = ajeg
  14. Akhirat = akherat
  15. Aksesori = asesoris
  16. Aktif = aktip
  17. Aktivitas = aktifitas
  18. Aktual = aktuil
  19. Akuarium = aquarium
  20. Aluminium = almunium
  21. Ambulans = ambulan
  22. Analisis = analisa
  23. Andal = handal
  24. Antena = antene
  25. Antre = antri
  26. Anugerah = anugrah
  27. Aparat = aparatur
  28. Apostrof = opostrop
  29. Apotek = apotik
  30. Asas = azas
  31. Asasi = azasi
  32. Atlet = atlit
  33. Atmosfer = atmosfir
  34. Auditorium = aditorium
  35. Autentik = otentik
  36. Autopsi = otopsi
  37. Azan = adzan

Huruf B

  1. Baka = baqa
  2. Balig = baligh
  3. Balsam = balsem
  4. Banderol = bandrol
  5. Barzakh = barzah
  6. Batalion = batalyon
  7. Baterai = batere
  8. Batil = bathil
  9. Bayangkara = bhayangkara
  10. Bazar = bazaar
  11. Becermin = bercermin
  12. Bengkuang = bengkoang
  13. Benzol = bensol
  14. Besok = esok
  15. Beterbangan = berterbangan
  16. Biseps = bisep
  17. Blanko = blangko
  18. Blender = belender
  19. Boks = bok
  20. Bolpoin = bolpen
  21. Bosan = bosen
  22. Bumper = bemper
  23. Bungker = bangker
  24. Bus = bis

Huruf C

  1. Cabai = cabe
  2. Capai = cape, capek
  3. Capcai = cap cai
  4. Cedera = cidera
  5. Cendekia = cendikia
  6. Cendekiawan = cendikiawan
  7. Cengkeram = cengkram
  8. Cengkerama = cengkrama
  9. Cengkih = cengkeh
  10. Cinderamata = cenderamata
  11. Cokelat = coklat

Huruf D

  1. Daftar = daptar
  2. Dai = da’i
  3. Dakwah = da’wah
  4. Darma = dharma
  5. Debit = debet
  6. Debitor = debitur
  7. Dekret = dekrit
  8. Deodoran = deodorant
  9. Depot = depo
  10. Deputi = deputy
  11. Derajat = derajad
  12. Desain = design
  13. Detail = detil
  14. Detergen = deterjen
  15. Deviasi = defiasi
  16. Diagnosis = diagnosa
  17. Dispenser = despenser
  18. Distilasi = destilasi
  19. Dividen = deviden
  20. Donatur = donator
  21. Durian = duren

Huruf E

  1. Efektif = efektip
  2. Efektivitas = efektifitas
  3. Ekosistem = ekosistim
  4. Eksem = eksim
  5. Ekshibisi = eksibisi
  6. Ekspor = eksport
  7. Ekstra = extra
  8. Ekstrakurikuler = ekstrakulikuler
  9. Ekstrem = ekstrim
  10. Ekuivalen = ekwivalen, equivalen
  11. Elektrode = elektroda
  12. Elips = elip
  13. Elite = elit
  14. Emas = mas
  15. Embus = hembus
  16. Empas = hempas
  17. Enjin = engine
  18. Ensiklopedia = ensiklopedi
  19. Episode = episod
  20. Epos = ephos
  21. Esai = essai
  22. Esens = esen
  23. Eskadron = sekuadron
  24. Etanol = ethanol

Huruf F

  1. Fakih = faqih
  2. Faksimili = faksimil
  3. Familier = familiar
  4. Farmakope = farmakop
  5. Favorit = pavorit
  6. Februari = pebruari
  7. Feri = peri
  8. Filipina = philipina
  9. Film = filem
  10. Filsuf = filosof
  11. Finis = finish
  12. Flat = plat
  13. Folio = polio
  14. Formal = formil
  15. Foto = photo
  16. Fotokopi = foto copy
  17. Fotosintensis = fotosintesa
  18. Frekuensi = frekwensi

Baca juga: Apa Perbedaan Kalimat Aktif dan Pasif? Simak Ciri-cirinya!

Huruf G

  1. Gaib = ghaib
  2. Galaktosa = galaktose
  3. Galeri = galery
  4. Gap = gep
  5. Geiser = geyser
  6. Geladi bersih = geladi resik
  7. Gelondong = glondong
  8. Genealogi = geneologi
  9. Genius = jenius
  10. Genting – genteng
  11. Gerebek = grebek
  12. Gereget = greget
  13. Gerendel = grendel
  14. Gips = gip
  15. Glamor = glamour
  16. Glaukoma = glukoma
  17. Glosarium = glosary
  18. Glukosa = glukose
  19. Gongseng = ongseng
  20. Griya = gria
  21. Grup = group
  22. Gua = goa
  23. Gubuk = gubug
  24. Gudeg = gudek
  25. Guncang = goncang

Huruf H

  1. Hadis = hadist
  2. Hafal = hapal
  3. Hakikat = hakekat
  4. Hal-hal = hal-ihwal
  5. Hektare = hektar
  6. Heterogen = hetrogen
  7. Hidraulis = hidrolis
  8. Hierarki = hirarki
  9. Hieroglif = hiroglif
  10. Higienis = higenis
  11. Himne = hymne
  12. Hipermetropia = hipermetri
  13. Hipotek = hipotik
  14. Hipotesis = hipotesa
  15. Hipovitaminosis = hipovitaminose

Huruf I

  1. Ibtidaiah = ibtidaiyah
  2. Idah = iddah
  3. Ideal = idial
  4. Ideologi = idiologi
  5. Ihwal = ikhwal
  6. Ijazah = ijasah
  7. Ikat = iket
  8. Ikhlas = ihlas
  9. Iktibar = i’tibar
  10. Iktikaf = i’tikaf
  11. Ilusi = illusi
  12. Imbau = himbau
  13. Impit = himpit
  14. Impor = import
  15. Indra = indera
  16. Influenza = influensa
  17. Inframerah = infra merah
  18. Infus = inpus
  19. Ingar-bingar = hingar-bingar
  20. Inkam = income
  21. Inkognito = incognito
  22. Insting = instink
  23. Intelijen = inteligen
  24. Intens = inten
  25. Interogasi = interograsi
  26. Introspeksi = interopeksi
  27. Isap = hisap
  28. Izin = ijin

Huruf J

  1. Jadwal = jadual
  2. Jagat = jagad
  3. Jahiliah = jahiliyah
  4. Jajar = jejer
  5. Jamaah = jemaah
  6. Jenderal = jendral
  7. Jenius = genius
  8. Jerapah = zarafah
  9. Jeriken = jerigen
  10. Jip = jeep
  11. Joging = jogging
  12. Join = joint
  13. Jorjoran = jor-joran
  14. Jubileum = jubilum
  15. Judo = yudo
  16. Jujitsu = jiujitsu
  17. Junior = yunior
  18. Junktur = jungtur
  19. Juz = jus

Huruf K

  1. Kacamata = kaca mata
  2. Kafah = kaffah
  3. Kafetaria = cafetaria
  4. Kaidah = kaedah
  5. Kakbah = ka’bah
  6. Kaleidoskop = kaleidioskop
  7. Kalkarium = kalkarim
  8. Kamerawan = kameramen
  9. Kamuflase = kamuplase
  10. Kanguru = kangguru
  11. Kanker = kangker
  12. Kantong = kantung
  13. Karburasi = kaburasi
  14. Karburator = kaburator
  15. <li
Tin liên quan